Monumen Singa yang Hilang

by Rabu, Agustus 01, 2012 0 komentar

Sebelum kota Sangatta mengenal adanya monumen burung enggang atau lebih dikenal dengan patung burung, di Sangatta terlebih dahulu ada sebuah monumen yang menjadi lambang kota ini. Monumen itu adalah sebuah patung pejuang dengan tombaknya dan seekor singa di sisinya. Sebelum pemekaran Kabupaten Kutai, monumen ini berdiri megah di perempatan utama di Sangatta yang saat itu masih berstatus kecamatan di Kab. Kutai.

Seiring perkembangan Kab. Kutai Timur (pemekaran Kab. Kutai) patung ini tak tampak lagi dan diganti dengan patung burung. Padahal filosofi singa di wilayah Sangatta sangat erat dalam budaya masyarakat Kutai di Sangatta. Terbukti dengan sejarah Sangatta yang mencatat nama tokoh kutai dari Sangatta yaitu Singa Karti dan Singa Geweh.
SINGA-MACAN-LEJI
Gelar kehormatan ini tampaknya merujuk pada macan dahan jantan yang suka mengawasi dengan mata tajam dari dahan-dahan, layaknya pemimpin. Macan dahan tidak besar seperti harimau Sumatera dan Jawa, namun dihormati oleh tetua adat, khususnya di Mahakam-Bengalon-Sangatta, Kalimantan Timur.
Singa merupakan gelar bagi tetua adat Kutai-Pantun, Macan dipakai oleh tetua adat Dayak Basap (Punan). Sedangkan Leji merupakan gelar bagi tetua adat Dayak Wehea (Bahau).*

Setya Huda Mustaqim

Owner

Rainbow CREATIVE adalah media online yang diperuntukkan sebagai tempat berkreasi, mulai dari desain grafis dan pembuatan website atau apapun yang memiliki nilai tersendiri. Rainbow CREATIVE mencoba untuk menjadi alternatif bagi Sangatta, Kab. Kutai Timur, Kalimantan Timur untuk menunjukkan karya mereka melalui seni grafis.

luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com tipscantiknya.com kumpulanrumusnya.comnya.com